Disdikpora Boyolali

Visi & Misi

Visi
Visi Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Boyolali sebagaimana Visi Bupati Boyolali yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Boyolali Tahun 2016-2021 yang merupakan rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan, yaitu: " Pro Investasi Mewujudkan Boyolali Yang Maju dan Lebih Sejahtera"

Misi

Misi SKPD adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi SKPD. Rumusan misi SKPD yang baik membantu lebih jelas penggambaran visi SKPD yang ingin dicapai, serta menguraikan upaya-upaya apa yang harus dilakukan oleh SKPD bersangkutan. Dalam suatu dokumen perencanaan, rumusan misi menjadi penting untuk memberikan kerangka bagi tujuan dan sasaran yang ingin dicapai, dan menentukan jalan yang akan ditempuh untuk mencapai visi SKPD.

Penjabaran misi Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Boyolali dengan mengacu pada Visi dan Misi Bupati Boyolali yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Boyolali tahun 2016-2021 adalah sebagai berikut :

  1. Boyolali membangun untuk lebih maju dan berkelanjutan.

Misi ini fokus pada upaya mempertahankan dan meningkatkan capaian kinerja pembangunan yang berkelanjutan. Kemajuan daerah yang berkelanjutan merupakan proses yang tidak pernah berakhir, namun perlu penekanan dan penajaman prioritas pada hal-hal yang dianggap sebagai pilar kunci. Misi ini menekankan pada daya dukung infrastruktur untuk daya saing dan kesejahteraan daerah. Pembangunan infrastruktur dianggap sebagai pilar kunci karena pengaruhnya pada kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat sangat signifikan. Pembangunan infrastruktur merupakan kebutuhan yang terus menerus perlu upaya pemeliharaan dan peningkatan kualitas. Kualitas infrastruktur sangat berpengaruh pada daya saing daerah, dan pada gilirannya mempengaruhi tingkat kesejahteraan daerah. Pemerataan akses dan kualitas infrastruktur merupakan sistem perangkat keras penyelenggaraan pembangunan daerah dan menjadi tolok ukur pembangunan yang bersifat tangibel ( kasat mata).

Infrastruktur yang dibidik dari misi ini meliputi infrastruktur dasar, infrastruktur penunjang, dan infrastruktur sosial. Terpenuhinya infrastruktur dasar meliputi: air bersih, air minum, drainase, jaringan irigasi, bendung, embung, jalan dan jembatan. Terpenuhinya infrastruktur penunjang meliputi: sarana publik, landmark, penerangan jalan umum, energi alternatif, sarana penunjang transportasi. Terpenuhinya pendidikan keagamaan, infrastruktur sosial, sarana keagamaan, seni, budaya, rekreasi, kegiatan pemuda dan olah raga.

  1. Boyolali sehat, produktif dan berdaya saing.

Orientasi misi ini untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, berdaya saing. Misi ini untuk mewujudkan pembangunan manusia yang berkualitas. Fokus sasaran strategisnya adalah meningkatnya derajat kesehatan, tingkat pendidikan masyarakat, dan tingkat produktivitas warga antara lain melalui upaya fasilitasi pemerintah berupa modal, keterampilan sumber daya pelaku usaha, pengorganisasian kelompok usaha dan koperasi. Ketiga hal tersebut sebagai pilar utama daya saing daerah.

  1. Boyolali lebih maju dan berteknologi.

Misi ketujuh untuk meningkatkan popularitas daya tarik produk dan potensi daerah Boyolali dan meningkatnya layanan pemerintah yang dapat dioperasikan dengan teknologi informasi. Upaya percepatan pelaksanaan misi melalui penciptaan citra kota dan aplikasi e-government untuk pelayanan publik dan keterbukaan informasi penyelenggaraan urusan pemerintahan, sehingga Kabupaten Boyolali lebih dikenal dengan citra positifnya, nyaman disinggahi, nyaman untuk mencari rejeki, nyaman untuk berkolaborasi, dan nyaman untuk berkreasi dan berekreasi. Prioritas daerah andalan dari misi ini kurun 2016-2021 adalah terbangunnya Kabupaten Cerdas (Smart City). Kabupaten Cerdas (Smart City) terwujud dalam kemudahan koneksitas informasi dan komunikasi berbasis teknologi informasi, dan dilakukan dalam dunia usaha, sistem penyelenggaraan pelayanan publik, mekanisme partisipasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi, kontrol, maupun komplain, dan bidang lain pendukung nilai daya saing daerah

 

Dibaca sebanyak : 9237 kali